Lifestyle

Salon & SPA

Spa di Rumah, Murah Meriah

Kamis, 26 Juni 2008 – 11:15 wib

MENDENGAR kata spa, yang terbayang pasti tempat eksotis dengan wangi aroma terapi di seluruh ruangan. Jika Anda mau sedikit berimajinasi dan berkreasi, rumah bisa jadi tempat spa yang menyenangkan.

Nah, di bawah ini ada beberapa resep bahan spa sederhana yang bisa Anda coba.

1. Sering merasa pegal pada pinggang, tubuh, dan kaki? Bisa jadi Anda menderita penat akibat jenuh bekerja. Untuk menghilangkannya, Anda bisa mencoba resep berikut; siapkan bath tub, isi penuh dengan air hangat, kemudian tambahkan 2 tetes minyak aroma terapi eucalyptus, 2 tetes minyak peppermint, dan 3 tetes minyak pohon cemara. Tunggu hingga uapnya naik dan memenuhi kamar mandi dengan aroma menyenangkan. Setelah itu, berendamlah dengan tenang, pejamkan mata dan bermimpilah. Tanpa terasa, pegal pun hilang sudah.

2. Yang ini khusus ditujukan bagi Anda yang ingin memiliki kulit mulus dan bercahaya. Caranya, campurkan satu mangkuk daun teh hijau dengan 4 cangkir air mendidih. Saring hasilnya dan campurkan dalam air mandi. Sebelum berendam, tambahkan secangkir bunga melati kering.

3. Bila ketegangan melanda, mendapatkan sejenak ketenangan di rumah adalah kemewahan yang tak terkira. Kenapa tidak mencoba berendam dengan campuran minyak kulit jeruk, lavender, jojoba, dan satu genggam kulit jeruk organik. Saat berendam, aroma jeruk akan membangkitkan semangat sekaligus membuat kulit lebih lembap.

4. Jika ingin sekaligus membersihkan kulit tubuh, coba saja gunakan scrub beraroma eksotis. Anda juga bisa menggunakan mangir maupun lulur mandi tradisional. Aroma rempah yang dikeluarkan scrub dapat sekaligus menjadi terapi yang menenangkan saat acara berendam ala spa di rumah.

Griya

Menghadirkan Spirit dalam Taman

Rabu, 25 Juni 2008 – 10:27 wib

v

SEINDAH apa pun arsitektur bangunan, tanpa taman bisa terasa hampa. Taman membuat kediaman jadi lebih dinamis karena mengandung spirit yang memotivasi semangat hidup penghuni rumah.

Aktivitas seluruh anggota keluarga dalam memanfaatkan fungsi-fungsi setiap ruang secara optimal, mulai tidur, mandi, beribadah, belajar, memasak, duduk santai, hingga berkebun bersama adalah hakikat rumah sebagai tempat tinggal.

Arsitektur yang ramah lingkungan selalu berusaha menyatukan bangunan dengan lingkungannya, seperti rumah kebun atau rumah berarsitektur organik, lebih dikenal dengan sebutan falling water house.

Sebuah rumah sehat idealnya memiliki komposisi koefisien dasar bangunan (KDB) 60 persen dan koefisien dasar hijau (KDH) 40 persen. KDH berupa taman mutlak diperlukan sebagai paru-paru rumah dan tempat resapan air.

Keterbatasan lahan membuat KDH sering kali dipersempit, bahkan ditiadakan sama sekali. Kembalinya tren gaya hidup dekat alam di kota metropolitan membuat kebutuhan akan taman rumah kembali menggeliat.

Dalam kehidupan kota yang kian materialistik dan tenggelam dalam rutinitas kehidupan, kita memerlukan keseimbangan hidup yang dapat ditemukan di rumah. Salah satunya dengan berkebun di taman yang diyakini sebagai obat terapi fisik dan psikis mujarab yang murah meriah.

Kehadiran taman-taman di rumah pun sudah menjadi keharusan dan merupakan faktor penentu nilai jual rumah. Karena itu, sepatutnya untuk tidak membiarkan rumah dibiarkan gersang tanpa kehadiran taman.

Nostalgia pemandangan lanskap pedesaan yang hijau, gemericik air yang menggoda, kicauan burung di atas pohon yang rindang, atau tiduran di hamparan rumput merupakan ingatan kolektif yang selalu dirindukan sepanjang hayat dan menghantui untuk diwujudkan kembali di depan mata di dalam rumah kita.

Sifat alamiah dan humanis tersebut diwujudkan dalam bentuk-bentuk taman yang banyak dipengaruhi faktor iklim dan sosial budaya masyarakat yang kaya filosofi kehidupan.

Namun, sebelum kita menentukan bentuk taman apa yang paling cocok dibangun di rumah, kita harus melihat dulu konsep bangunan rumahnya. Hal ini karena taman juga berfungsi sebagai penyelaras antara bentuk arsitektur rumah dan lingkungan.

Elemen Penting

Tema taman sangat variatif dan diselaraskan dengan gaya arsitektur bangunan rumah, seperti taman tropis (tanaman warna-warni), taman aromatik (tanaman berbau harum wangi), taman apotek hidup (tanaman berkhasiat obat), atau taman rempah (tanaman kebutuhan memasak).

Sedikit kreativitas dalam menata taman dengan memadukan berbagai tanaman secara berkelompok sesuai jenis dan warna, kolam ikan dari gentong atau gerabah, air mancur siap pajang, dan ornamen taman (batu alam, patung gerabah, bangku, lampu). Permainan lampu sorot juga dapat memberikan efek dramatis, romantis, atau hening dalam taman di malam hari.

Jenis tanaman yang dipakai harus mempertimbangkan lokasi taman, yaitu terkena sinar matahari langsung secara penuh (tanaman berbunga), setengah, atau teduh (tanaman berdaun hijau).

Leave a Reply