
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan pembagian dividen sebesar Rp2,053 triliun atau Rp215,23 per lembar saham. Dividen itu diambil dari 40 persen laba bersih 2007 sebesar Rp5,132 triliun.
Demikian salah satu hasil keputusan RUPST Antam yang masih berlangsung, Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
“Sedangkan sisanya, sebesar 60 persen atau Rp3,079 triliun digunakan untuk pengembangan usaha, tantiem dan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR),” kata Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo.
Angka itu lebih besar dari yang diusulkan manajemen yaitu Rp182,95 per saham atau 34 persen dari laba bersih sebesar Rp1,745 triliun.

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhirnya ditutup hanya menguat 9,53 poin atau 0,41 persen ke 2.350,89. Padahal pada sesi pertama IHSG sempat menembus level 2.366,20. Bahkan, pada sesi siang, IHSG sempat melemah ke level 2.338.
Hal ini terjadi, karena saham sektor pertambangan yang pada perdagangan sesi pertama menguat, pada sesi kedua berbalik arah. Sementara itu, pada perdagangan Kamis (26/6/2008) ini, indeks LQ45 naik 2,70 poin ke 497,17 dan Jakarta Islamic Index (JII) justru turun 2,10 poin ke 431,45.
Volume perdagangan terpantau 2,054 miliar saham dengan nilai Rp3,316 triliun. Saham yang menguat sebanyak 111 jenis, melemah 80 jenis, dan stagnan 71 jenis saham.
Saham yang menguat atau top gainer, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp350 ke Rp28.250, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp300 ke Rp5.125, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik Rp350 ke Rp3.150, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp150 ke Rp16.050, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp125 ke Rp4.800.
Sementara, saham-saham yang melemah atau top loser antara lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp500 ke Rp33.650, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp300 ke Rp12.100, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp250 ke Rp13.250.

JAKARTA – PT SAT Nusapersada Tbk (PTSN) akan mengambil alih 100 persen hak kepemilikan SAT Nusa Internasional atau (SNI) dalam SAT Nusa, kelompok usaha perusahaan eletronik Putian Electronic Co Ltd) yang didirikan di China.
Nilai akuisisi tersebut sebesar Rp57 miliar. Adapun dana akuisisi tersebut seluruhnya menggunakan dana internal.
“Tujuannya membawa perusahaan kita untuk go internasional, selain di Batam. Ke depannya, kita akan membeli bahan baku dari China untuk seterusnya diolah sebelum diimpor ke Batam,” ujar Direktur Utama PTSN Abidin kepada wartawan di Wisma Bakrie II, Kuningan, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
Di samping itu, perusahaan juga akan berencana membangun pabrik elektronik di Batam, yang pembangunannya dimulai tahun ini. Saat ini
bangunan tiga lantai tersebut sudah dalam tahap penyelesaian dua lantai. Yaitu, untuk plastik injection, spray painting. “Rencananya, dapat beroperasi pada Oktober 2008,” imbuhnya.
Untuk membangun gedung tersebut, SAT Nusapersada merogoh dana Rp20 miliar.Dana tersebut juga menggunakan dana internal.
Akusisi SNI ini, lanjut dia, diharapkan dapat memberikan kontribusi sekira lima-tujuh persen terhadap pertumbuhan pendapatan perseroan. “Karena, pertumbuhan ekonomi China pergerakannya tengah menggeliat,” tutupnya.